Jumat, 03 Juni 2011

TABOT

Tabot adalah kesenian tradisional khas masyarakat Bengkulu yang masih tetap hidup dan berkembang. Upacara tradisional masyarakat Bengkulu ini diperingati untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M). Pada awalnya inti dari upacara Tabot adalah untuk mengenang upaya pemimpin Syi'ah dan kaumnya mengumpulkan potongan tubuh Husein, mengarak dan memakamnya di Padang Karbala. Istilah Tabot berasal dari kata Arab Tabut yang secara harafiah berarti "kotak kayu" atau "peti". Masyarakat kota Bengkulu percaya bahwa apabila perayaan ini tidak mereka selenggarakan maka akan terjadi musibah atau bencana.
                          
Perayaan di Bengkulu pertama kali dibawa oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada tahun 1685 dari India yang kemudian menikah dengan wanita Bengkulu lalu anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai Keluarga Tabot, dan sampai sekarang pun Tabot dibuat oleh keluarga Tabot. Upacara ini dilaksanakan selama 10 hari di bulan Muharram dari 1 sampai 10 Muharram setiap tahun.
Sejak tahun 1990 Budaya Tabot ditingkatkan menjadi Festival Wisata di Provinsi Bengkulu dan telah menjadi ciri Khas Bengkulu, yang diberi nama Festival Tabot. Setiap tahun Festival Tabot terus berkembang dan diisi dengan acara-acara kolosal seperti festival tari Tabot, telong-telong (Tengloleng atau Lampion dalam bahasa Cina), ikan-ikan, dan lomba dol (alat music khas Bengkulu), lomba tari, Lomba Barong Landong (mirip Ondel-Ondel Betawi) dan bahkan sekarang diadakan pemilihan Putra dan Putri Tabot.
Dalam pelaksanaannya terdapat beberapa rangkain ritual budaya Tabot yang dilaksanakan mulai dari tanggal 1 sampai 10 Muharam.
1.  Upacara Pengambilan Tanah
Upacara ini dilaksanakan pada malam hari sebelum tanggal 1 Muharram, sekitar pukul 20.00 WIB (setelah shalat Isya). Upacara Pengambilan Tanah dilakukan di dua tempat, yaitu di Pantai Nala dan Tapak Paderi. Upacara ini diartikan sebagai peringatan atau mengenang kembali manusia yang pada awalnya diciptakan dari tanah dan nantinya akan kembali menjadi tanah.
2.  Upacara Duduk Penja
Upacara ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada tanggal 4 dan 5 Muharram pada pukul 16.00 WIB. ini dilakukan pada tanggal 5 Muharram. Penja adalah Pending Jari-Jari yang berbentuk jari-jari tangan yang terbuat dari tembaga serta disimpan diatas rumah sekurang-kurangnya selama satu tahun
3.  Upacara Menjara
Upacara ini dilaksanakan malam hari tanggal 5 dan 6 Muharram mulai pukul 19.30 WIB. Menjara berarti “perjalanan panjang di malam hari”, upacara ini dimaksudkan untuk melakukan silahturakhmi atau konsolidasi. Pada malam pertama (tanggal 5 Muharram) kelompok Bangsal mengunjungi kelompok Imam dan pada malam kedua (tanggal 6 Muharram) kelompok Imam mengunjungi kelompok Bangsal dengan perlengkapan Dol dan Tassa.
4.  Malam Arak Jari-Jari
Upacara ini dilakukan pada tanggal 7 Muharram pukul 19.30 malam. Malam Arak Jari-Jari dilaksanakan dengan menempatkan Penja yang sudah didudukkan di atas Tabot Coki, kemudian diarak untuk berkumpul di tanah lapang.
5.  Malam Arak Sorban
Upacara ini diselenggarakan pada tanggal 8 Muharram pukul 16.00 WIB (setelah shalat Ashar), yakni mempersiapkan Seroban untuk diarak bersam-sama Penja (Jari-Jari) pada malam harinya.
6.  Hari GAM
Hari GAM berlangsung pada tanggal 9 Muharram, dimulai pada pukul 06.00 WIB. Hari GAM berarti tidak boleh ada bunyi-bunyian sama sekali sampai Tabot Naik Pangkek.
7.  Tabot Naik Pangkek
Pada pukul 14.00 WIB sesudah shalat Dhuhur tanggal 9 Muharram dilakukan acara Tabot Naik Pangkek. Tabot Naik Pangkek adalah kegiatan menyambungkan bangunan puncak Tabot dengan bangunan bagian Tabot Gedang di tempat pembuatannya.
8.  Malam Arak Gedang
Pada tanggal 9 Muharram pukul 16.00 Tabot dibawa ke Gerga untuk Soja dan Penja dinaikkan ke atas Tabot sebelum diarak menuju tanah lapang untuk bersanding. Pada pukul 19.00 malam harinya Tabot sudah bersanding di tanah lapang, prosesi ini disebut Malam Arak Gedang.
9.  Tabot Tebuang
Pagi hari pukul 08.00 WIB tanggal 10 Muharram Tabot kembali diarak untuk bersanding di tanah lapang. Setelah itu Tabot diarak menuju Kerabela (sebutan orang Bengkulu untuk Karballa). Sebelum diarak, seluruh Tabot menyembah terlebih dahulu kepada Tabot Imam dan Tabot Bangsal. Juru Kunci menyambut arak-arakan Tabot di pintu gerbang Kerabela. Lalu setelah itu arak-arakan Tabot menuju kompleks pemakaman Kerabela, dan di sini dilaksanakan upacara penyerahan Tabot kepada leluhur di makam Syahbedan Abdullah (ayahanda Syech Burhanuddin).



Jumat, 15 April 2011

KEBUDAYAAN

Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
 
Perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
  1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
    • alat-alat teknologi
    • sistem ekonomi
    • keluarga
    • kekuasaan politik
  2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
    • sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
    • organisasi ekonomi
    • alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
    • organisasi kekuatan (politik)
 Kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:
  • Kebudayaan material
    Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.
  • Kebudayaan nonmaterial
    Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional

Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerak/perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal:
1.   Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakatnya sendiri
2.  Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
Pada umumnya unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima seperti unsur kebudayaan kebendaan, unsur-unsur yang terbukti membawa manfaat besar, dan unsur-unsur yang dengan mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur-unsur tersebut.
Ada juga unsur-unsur yang sulit untuk diterima seperti yang menyangkut kepercayaan, dan unsur-unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi (contohnya tentang makanan pokok). Dengan demikian sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya.

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Pengertian_kebudayaan

http://boykb.blogspot.com/2010/07/pengertian-kebudayaan.html

Kamis, 07 April 2011

Manusia dan Keindahan

     Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya.
Menurut luasnya pengertian keindahan dapat dibagi dalam beberapa arti, yaitu :
·         Keindahan dalam arti yang luas
·         Keindahan dalam arti estetis murni
·         Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungan dengan penglihatan

Keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrasi). Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.
Keindahan erat hubungannya dengan dengan seni. Karena seni memiliki unsur dan nilai keindahan. Keindahan terdiri dari nilai ekstrinsik dan juga instrinsik.
1.     Nilai Ekstrinsik
Sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrumental/contributory value), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu
2.    Nilai intrinsik
Sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu tersebut.

          Pengungkapan keindahan dalam karya seni di dasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Alasan/ motivasi dan tujuan seniman menciptakan dapat menimbulkan aliran-aliran kesenian yang di buat. Seperti contohnya yang di lakukan oleh para seniman.
 

Manusia dan Cinta Kasih


          Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya, sedangkan kasih memiliki arti perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Pengertian cinta dan kasih di atas diambil dalam kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta. Cinta dan kasih mengandung arti yang sejalan, terutama memberi bukan hanya menerima
          Dalam kehidupan manusia, cinta memegang peranan yang sangat penting. Cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab, bahkan pengikat yang sangat kokoh antara manusia dengan Tuhannya
Menurut Dr.Sarlito W. Sarwono, cinta memiliki tiga unsur, yaitu :
·         Keterikatan : Adanya perasaan untuk hanya bersama dengan dia
·         Keintiman : Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
·         Kemesraan : Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen jika jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan seterusnya.
Dalam  kitab Suci Alqur’an surah At-Taubah ayat 24 ditemui fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Berdasarkan ayat tersebut  cinta  memiliki tiga tingkatan :
·         Cinta tingkat tertinggi : Cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah
·         Cinta tingkat menengah : Cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat
·         Cinta tingkat terendah : Cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti dari nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Cinta antara manusia dengan Tuhannya adalah cinta yang mutlak sehingga cintaNya tidak bias ditawar-tawar lagi. Betapa dosanya kita jika tidak mencintaiNya walaupun hanya sekejap.
Mencintai dan mengasihi seseorang bukan hanya merupakan perasaan yang kuat, melainkan suatu putusan, suatu penilaian, suatu perjanjian. Jika cinta kasih hanya merupakan perasaan saja, tidak ada dasarnya untuk saling berjanji akan mencintai dan mengasihi untuk selama-lamanya. Perasaan itu dapat timbul dan tenggelam pula.

Senin, 28 Februari 2011

MANUSIA

Posisi Manusia diantara Makhluk lain

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan YME yang paling sempurna, Manusia memiliki akal yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan Tuhan yg lainnya. Selain itu menurut antropologi kebudayaan manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasa, organisasi dalam masyarakat serta perkembangan teknologinya, dan berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok atau lembaga untuk saling membantu satu sama lain. Manusia selalu memperhatikan keadaan dirinya, meresapi lebih dalam akan intisari diri mereka untuk menginstropeksi diri dan keinginan masing-masing individu secara keseluruhan. Manusia menganggap dirinya sebagai spesies yang paling dominan di Bumi dan yang paling maju dalam kepandaian,kepercayaan diri yang tinggi serta kemampuan dalam mengelola lingkungan. Yang paling membedakan manusia dari semua makhluk lain adalah Kemampuan untuk membuat dan mempergunakan perkakas, kemampuan untuk mengubah lingkungan, bahasa dan perkembangan struktur sosial majemuk. Namun secara biologis manusia digolongkan sebagai Homo sapiens, yaitu sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.


Aspek-Aspek Manusia

Pribadi manusia tidak lepas dari aspek-aspek kehidupan yang dijalaninya selama ini. Aspek-aspek kehidupan ini membantu manusia untuk menemukan kepribadian jati diri masing masing individu.aspek-aspek itu seperti yang dikatakan Aleysius H. Gondosari adalah seperti berikut :
1. Aspek Spiritual:spiritual,kesadaran,nilai-nilai,meditasi,intuisi,konsentrasi.
2. Aspek Pendidikan:bakat,kecerdasan,pendidikan.
3. Aspek Karakter:karakter,sifat.
4. Aspek Kekayaan:kekayaan,penghasilan,rejeki,bisnis,usaha,karir,pekerjaan,profesi.
5. Aspek Kesehatan:kesehatan,panjang umur,kekuatan,perlindungan.


Daya Manusia

Daya dalam diri setiap invidu adalah kemampuan yang dimilikinya. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa manusia memiliki kemampuan dan kecerdasan dibandingkan dengan makhluk lain. Kemampuan yang dimiliki manusia menuntutnya berpikir untuk mengelola potensi dalam dirinya dan potensi lingkungan tempat hidupnya agar tercapainya kesejahteraan dan keseimbangan yang berkelanjutan. Serta menciptakan kebudayaan untuk menjadi contoh dan panutan masa yang akan datang.


Tipologi Manusia

Tiopologi Manusia adalah pengetahuan yang mencoba menggolong-golongkan manusia atas dasar kepribadian. Kepribadian seseorang diukur atas dasar vitalitas jasmani dan rohaninya disamping ada faktor temperamen, karakter dan bakat. Hipocrates, seorang tabib dan ahli filsafat dari yunani mengemukakan ada 4 tipe tipologi manusia :
1. Tipe Kepribadian Sanguinis
2. Tipe Kepribadian Melankolis
3. Tipe Kepribadian Koleris
4. Tipe Kepribadian Phlegmatis


http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia

http://www.andaluarbiasa.com/5-elemen-dan-5-aspek-kehidipan-kesadaran-bakat-sifat-profesi-kesehatan
http://wawanoutsider.wordpress.com/2010/02/20/kepribadian-masing-masing-sesuai-dengan-tipologi-manusia/

Senin, 27 Desember 2010

ATLANTIS

 Atlantis….
Apa sih yang kalian pikirkan waktu mendengar kata ATLANTIS?
Benua yang hilang? Atau Mitos?...

Atlantis merupakan induk dari segala peradaban dunia yang pertama kali dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu dan teknologi, bahkan seni dan olahraga. Atlantis itu sendiri berasal dari bahasa Sanskrit Atala yang artinya surga atau menara peninjauan.

Menurut Plato, penduduk Atantis  sangat mulia dan berbudi luhur. Mereka mengumpulkan harta kekayaan yang melimpah. Selain kaya, penduduk Atlantis sangat mengutamakan kebijaksanaan dan kesalehan daripada kekayaan. Namun lama kelamaan mereka menjadi orang-orang yang sombong, penuh ambisi dan iri hati. Kemudian para dewa menghukum penduduk Atlantis dengan mengirim bencana banjir dan gempa bumi. Bahkan Plato menambahkan bahwa bencana itu dipicu ledakan gunung berapi sangat besar yang kemudian disambung penurunan tanah dan pembentukan kaldera, muntahan batu apung, tsunami dan gempa bumi hebat. Penanggalan yang diberikan Plato yaitu sekitar tahun 11.600 sebelum Masehi, bertepatan dengan perhitingan penanggalan akhir zaman pencairan es. Dua fenomena geologi itu merupakan bencana alam raksasa. Dia sendiri menyebut bencana alam yang terjadi di Atlantis dengan “Banjir Semesta”.

Profesor Arysio Santos meneliti legenda “Benua yang Tenggelam” ini hingga lebih dari 30 tahun. Dia menyatakan 33 perbandingan menyangkut luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi hingga cara bertani. Semua penelusuran itu mengarah pada sebua kesimpulan bahwa lokasi Atlantis ternyata ada di Indonesia, menurutnya ia menemukan satu-satunya jawaban nyata dari misteri Atlantis. Ini merupakan jawaban yang cocok dari sisi realitas geologis yang diketahui maupun dari gambaran terperinci yang diberikan dari sumber lain.



Contohnya disebutkan bahwa Atlantis merupakan wilayah yang sangat luas dan subur namun hancur karena adanya bencana mahadahsyat kemudian terpecah/terpisah satu sama lain bahkan hilang seperti halnya Indonesia dengan peraiaran pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara yang pada masa puluhan ribu tahun yang lau merupakan suatu benua yang menyatu, tidak terpecah menjadi puluhan ribu pulau seperti sekarang. Ini di sebabkan karena adanya bencana gunung meletus dan tsunami. Jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya Kerinci, Talang, Krakatoa (Krakatau), Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani yang sebagian dari gunung-gunung ini telah atau sedang aktif kembali dan di yakini diantara gunung itu sebagai Pilar-pilar Herkules selain Selat Sunda. Selain itu laut-laut yang dipenuhi lidah pantai pantai berawa yang tak dapat dilalui dan danau pinggir laut dalam syair-syair lain diyakini Santos ada di Indonesia, menjadi bagian dari Samudera Pasifik yang dulu diyakini menyatu dengan yang kini disebut Samudera Atlantik. Keyakinan ini meruntuhkan hipotesis Pilar-pilar Herkules yang sesungguhnya berada di Gibraltar. Kemudian tentang kasus Lumpur Panas di Sidoarjo pernah melakukan penelitian yang menunjukan sistem kanalisasi di wilayah tersebut, yang kemungkinan kanal tersebut bekas penyaluran semburan lumpur panas dari beratus bahkan beribu tahun yang lalu. Semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur  air laut menjadi lumpur. Lalu endapan lumpur itu meresap ke dalam tanah di daratan kemudian tercampur dengan gas-gas alam yang merupakn hambatan lumpur yang tidak bisa di lalui.

Dari sedikit contoh di atas bisa dikatakan  bukan kebetulan belaka, Indonesia Negara yang berada di garis katulistiwa adalah warisan dari Atlantis yang telah lenyap oleh bencana yang menimpanya.

Sabtu, 20 November 2010

Relawan Bencana

 Dalam artikel ini, dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Saya disini sedikit berpendapat tentang adanya relawan-relawan asing yang turut serta membantu bangsa Indonesia yang larut dalam musibah. Belakangan  ini Indonesia sering kali dilanda bencana,entah itu di darat maupun di laut. Begitu banyak yang telah menjadi korban. Kehilangan anggota keluarga dan harta pun tak terelakkan lagi. Seolah-olah mereka hidup tanpa arah ketika semua hilang dalam sekejap, mereka hidup dihantui oleh rasa ketakutan karena kehilangan. Seandainya kita yang terkena musibah seperti mereka,sungguh saya tidak mampu membayangkannya. Kita yang berada di posisi “aman” dari musibah yang menimpa mereka,sudah merupakan kewajiban yang mutlak bagi kita sebagai mahluk sosial untuk saling tolong menolong sesama atas dasar rasa kemanusiaan.
Bencana bukanlah suatu hal yang diinginkan setiap manusia,namun bencana tidak bisa dipungkuri akan selalu ada dalam kehidupan ini. Ketika suatu negara menghadapi bencana, hati manusia sebagai mahluk sosial akan terpanggil untuk membantu korban bencana,baik itu dari dalam maupun luar negeri. Kedatangan relawan asing ini sungguh membantu. Biasanya relawan ini tergabung dari lembaga-lembaga kemanusiaan internasional. Namun para relawan asing atau LSM asing ini tidaklah mudah ketika masuk ke negara yang terkena bencana. Pemerintah harus melakukan pendataan setiap para relawan domestik maupun asing . Sehingga kedatangan para relawan tersebut jelas maksud dan tujuannya yaitu melakukan misi kemanusiaan. Selintas di pikiran kita berkata,mengapa relawan asing ini jauh-jauh datang ke Indonesia , apakah ada maksud yang tersirat dalam misi tertentu ? Memang seharusnya kita tidak boleh suudzon kepada mereka,namun kita juga pasti memiliki rasa kecurigaan, yang kita harus lakukan adalah bersikap menerima keberadaan mereka,agar mereka bisa melaksanakan tugas dengan baik,sehingga interaksi yang diinginkan terjadi yaitu saling tolong menolong. Dengan adanya kegiatan misi kemanusiaan seperti ini, sesungguhnya ini mampu meningkatkan hubungan bilateral maupun multilateral suatu negara di kancah dunia internasional.